butuh kekuatan extra umtuk beredar hari ini. yg terutama, enggan. . . enggan berurusan lagi dg dermatologist yg pasti akan marah2 karena mukaku lgsg terkena sinar matahari. enggan bertemu banyak org yg pasti lalu lalang gak karuan, enggan menghabiskan uang unt hal2 yg bs aku hindari. enggan ingat lagi semua hal yg mengganggu. . . .
but finally i am here. after came by to the souvenirs shop to buy some stuffs for the children.
sit down on the seafood cafe, picked a plate of nasi goreng seafood which i dont really want . . but i need to eat something after didnt eat anything today.
i dont remember anything exactly, i just miss my kids, mama and him. he hasnt called me for 2 weeks . . . it hurts me, u know. though i dont expect anything from him now since he came to bdg weeks ago.
beach, in front of me. feel so small, i see the wilderness, darkness, and frightened.
ternyata benar aku tidak menyukai laut, aku takut, seram dan deburannya membuatku merinding. antah berantah yg tidak bisa diukur . . . lolongan anjing liar makin menciutkan nyaliku. baru kali ini aku merasa tdk bisa bersahabat dg alam.
it’s 22.26 pm.
kenapa suara deburannya tdk terdengar deburan olehku? seperti keganasan yg mengejar tanpa henti, terus menerus. and the darkness. . . Tuhan, saya takut.
tiba2 kepalaku pusing dan perutku mual.
satu saja yg aku nikmati, angin dan kesendirian. laut itu spt tempat tak berujung.
tp lampu2 perkotaan ibarat bintang di kaki langit. bagus, mengelilingi sisi kanan kiri sejauh pandanganku terhadap laut, melingkar.
aku kira aku akan mendengarkan musik jazz di sini . . . tp semua org berjoged dangdut riang gembira. . . para turis asing yg terkekeh2 pun tak ayal ikut bergoyang.
perutku makin gak karuan. aku harus kembali ke hotel, lying down, dan mengistirahatkan lagi badanku.
aku hanya sebuah titik di antara miliaran titik di muka bumi ini. brgkali masalahku pun hanya sebuah seperjuta titik di antara mslh2 org lain yg ada. aku mungkin hanya seonggok daging bagi laut itu, yg akan disantap oleh pelaku2 liar di dalamnya.
bahkan buih pantai lebih banyak drpd keberadaan diriku.
aku ingin bersublimasi dan kontemplasi, nyatanya. . . aku hanya bagian kecil dr keberadaan semua hal di dunia. mungkin, aku harus berpikir juga, bhw semua mslh yg aku hadapi ini juga kecil. dan akan bisa aku selesaikan dalam kesabaranku.
dua puluh anjing liar mendekati pantai. berebut sisa makann yg dibuang pemilik restoran unt mrk. aku takut anjing, tp laut tetap lebih menakutkanku.
aku ingin kuat. . .
Posted from WordPress for iPhone